Metro – Isu wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan meminjam uang sebesar Rp500 miliar ke Bank Lampung dibantah oleh Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana. Ia menegaskan bahwa hal tersebut terkait Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yaitu kerja sama pemerintah dengan pihak swasta untuk pekerjaan pembangunan fisik di Kota Metro.
Hal ini disampaikan Rafieq saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Kecamatan Metro Timur, pada Rabu (28/1/2026).
“Untuk pembangunannya pun nanti tidak lewat pinjaman, namun dari apa yang dibangun untuk menghasilkan pembayaran cicilan, jadi tidak membebani APBD,” kata Rafieq.
Dia mengatakan bahwa untuk pinjaman Pemkot Kota Metro belum sampai ke situ wacananya.
“Apalagi ini sampai Rp500 miliar, kita bersama DPRD belum ada wacana ke sana.Dengan skema KPBU diharapkan Pemkot Kota Metro mendapatkan bantuan dari perusahaan swasta.”
Dengan KPBU, kita lagi mencoba jajaki, semoga Metro mendapat bantuan dari perusahaan,” tambah Rafieq.
Dia mempertegas sekali lagi terkait isu tersebut bahwa Pemkot Metro belum ada rencana untuk melakukan pinjaman kepada bank.
“Pemerintah belum ada rencana pinjaman, kami dengan DPR, jika memang benar ada, kami pasti akan segera mengumumkan kepada masyarakat,” tutup Rafieq. (Rusia).











