METRO – Wali Kota Metro, Hi. Bambang Iman Santoso, akhirnya memenuhi panggilan DPRD dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama pimpinan dewan dan seluruh ketua fraksi. Namun, selama 6 jam hearing tertutup bagi wartawan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan yang jelas.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Metro, Ria Hartini, menyebutkan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh data terkait pinjaman Rp20 miliar. Hal tersebut disampaikan usai rapat selama 6 jam tersebut. Para pejabat Legislatif dan eksekutif tersebut keluar setelah jeda sholat dan makan, lalu masuk kembali. Pukul 16.00 WIB, mereka kembali keluar, dan puluhan wartawan sudah menunggu di depan pintu.
“Tadi kita sudah disampaikan oleh Pak Wali terkait pinjaman Rp20 miliar tersebut, tadi kita sudah obrolkan bersama, Pak Wali menyampaikan akan menunggu Tim TAPD untuk menyampaikan kepada kita,” kata Ria.
Menurutnya, pihak DPRD belum mendapatkan datanya, sehingga masih menunggu data atau bahan dari pihak eksekutif.
“InshaAllah dua atau tiga hari ke depan, kita akan tanggapi,” ujar Ria.
Saat ditanya seberapa urgensi rapat tersebut, Ria menyebutkan bahwa hearing tersebut hanya rapat biasa undangan silaturahmi.
“Baik, seperti yang saya katakan bahwa ini hanya undangan silaturahmi, terus kita akan membahas terkait bagaimana ke depan,” kata Ria terbata-bata.
Ria juga mengatakan tidak ada istilah deal-dealan dalam rapat selama 6 jam tersebut. Karena banyak tertunda dengan jeda sholat dan makan. Disinggung soal tidak harmonis DPRD dengan Eksekutif, Ria mengatakan ke depan akan lebih baik lagi hubungannya.
“Ke depan kita akan lebih harmonis, itu sudah kita sampaikan bersama Pak Wali,” imbuhnya.
Masalah pinjaman Rp20 miliar tersebut tidak perlu persetujuan DPRD, menurut Ria, hal tersebut disampaikan Wali Kota bahwa sudah sesuai aturan yang ada.
“Tadi kita obrolkan terkait pinjaman itu sendiri, Pak Wali juga menyampaikan bahwa ada aturan yang mengatur tidak perlu persetujuan DPRD,” sambung Ria persetujuan DPRD,” sambung Ria.
Ria Hartini mengatakan bahwa sampai saat ini, DPRD belum tahu anggaran Rp20 miliar tersebut digunakan untuk apa, sehingga mereka meminta waktu dua atau tiga hari ke depan.
“Sampai saat ini kami belum dapat bahan itu, kami belum bisa menjawab, InshaAllah dua atau tiga hari ke depan, jadi jika kami sudah dapat bahan kami akan sampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, tidak banyak berbicara dengan berbagai pertanyaan dari awak media.
“Hari ini kami sudah hadir bersama seluruh OPD-OPD yang ada,” ujarnya.
Soal mengapa rapat tertutup tersebut bisa berlangsung lama sampai 6 jam sehingga terkesan alot, Bambang menjawab bahwa dirinya dipertanyakan terkait transparansi pinjaman anggaran Rp20 miliar.
“Secara rinci dan teknis akan disampaikan pihak Tim TAPD dari BKAD,” kata Bambang.
Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemkot Metro ini merupakan respons atas surat pemanggilan ulang bernomor 400.10.6/217/DPRD/2026 yang bersifat instruktif. Artinya, Wali Kota wajib hadir secara pribadi dan tidak dapat diwakilkan.
Rapat yang digelar di gedung DPRD ini menyoroti dua isu utama, yaitu dugaan kurang transparan dalam penggunaan pinjaman daerah sebesar Rp20 miliar dari Bank Lampung dan evaluasi kinerja Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso. (Russ)











